Jumat, 24 Agustus 2007

Moh Wakhid; PNS Pembuat Sepeda Bermesin

Manfaatkan Bekas Penyemprot Pestisida, Kini Ekspor ke AustraliaDi tangan Moh. Wakhid, 40, segala macam sepeda bekas dapat disulap menjadi sepeda bermesin yang bernilai jual tinggi. Dengan bakat yang dimilikinya, ia mampu membuat sepeda mesin dengan harga mencapai Rp 3 juta. Bahkan, produksinya kini sudah ekspor ke Australia.

Jika melewati jalan lintas Srandakan, tepatnya di Dusun Kauman, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, akan terlihat bengkel dengan papan reklame berukuran 30 cm x 50 cm bertuliskan "FAIS Sepeda Mesin". Papan itu memang tidak terlihat jelas karena dipasang di batang pohon mangga yang rindang, sehingga tertutup ranting dan daun. Sekilas hanya seperti bengkel biasa dengan tempat yang sempit berukuran 3 x 4 m dan hanya beratapkan seng. Tetapi, siapa sangka di bengkel itu sang pemilik membuat sepeda bermesin yang bisa dikirim ke negeri Kanguru.

Sang pemilik bengkel yang biasa dipanggil Pak Wakhid ini menuturkan, tujuh tahun lalu dia hanya iseng-iseng membuat sepeda bermesin untuk kakaknya yang bekerja di Kota Jogja. Sampai pada suatu hari ada orang yang mengikuti kakaknya sampai rumah dan berniat ingin membeli sepeda itu. Kebetulan, orang tersebut adalah pedagang asal Solo yang biasa menjual barang-barang sampai luar negeri.

Melalui pedagang itu, dia mulai mendapat pesanan dari Australia. Kini, suami dari Juhainah, 38, ini bisa mengirim dua unit sepeda setiap bulannya ke Australia. Untuk dalam negeri, ia mendapat pesanan sekitar tiga unit sepeda antara lain ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Bekasi, dan Bogor.

Pria kelahiran 20 juli 1967 ini memang telah akrab dengan dunia otomotif, karena bapaknya memiliki bengkel sepeda. "Sejak SMP saya sudah senang mengotak-atik sepeda dan motor," kenangnya. Seiring waktu dan lulus SMA, dia mendaftar pegawai negeri dan diterima. Namun, karena kecintaanya terhadap dunia otomotif, ia masih membuka bengkel motor di rumahnya. Di

sela-sela kesibukannya sebagai petugas Lab FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan kegiatan kemasyarakatan, dia tetap berkreasi mengembangkan ide, sehingga tahun 2000 berhasil membuat sepeda bermesin. Lambat laun permintaan sepeda mesin meningkat sehingga saat ini sudah tidak membuka bengkel lagi.

Dari tangan terampil lulusan SMA 2 Bantul ini, dapat dihasilkan berbagai model sepeda bermesin. Sebagian besar model yang dibuat sesuai keinginan pemesan. Secara garis besar ada dua model yaitu model jengki dan model unta dengan berbagai modifikasi seperti shock, rem pijak, dan tangki bensin.

Mengingat tidak ada bengkel khusus sepeda bermesin, maka dia mangantisipasi dengan pemasangan mesin hanya menggunakan tiga buah baut. Sehingga, apabila mesin rusak, dapat dengan mudah dicopot dan dikirim untuk diperbaikinya.

Harga sepeda mesin yang mampu melaju maksimal 50 km/jam dengan bahan bakar bensin dan oli samping ini bervariasi antara Rp 2,25 juta hingga Rp 3 juta, tergantung model yang dipesan. Untuk model tanpa modifikasi, harganya Rp 2,25 juta, sedangkan model yang dimodifikasi dengan ditambah shock dan rem pijak harganya Rp 3 juta.

Sepeda mesin yang dihasilkan itu terbuat dari sepeda bekas dan mesin bekas penyemprot pestisida. Dia tidak kesulitan dalam memperoleh kedua bahan baku itu, karena sudah memiliki penyuplai bahan baku tetap. Kesulitan yang dihadapi adalah modal yang masih terbatas. Ia pun bercita-cita ingin mempunyai pabrik sepeda mesin, sehingga menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja.

10 komentar:

yopi latiawan mengatakan...

bgmana pak... apa msh membikin sepedanya pak... harga segitu apa berikut ongkos kirim... soalnya saya dari bandung...

remah budaya mengatakan...

karya yang keren pak, saya bangga dan beruntung nyasar ke blog ini.Kalau saya kaya tanpa babibu langsung saya bantu usaha bapak. Saya pecinta sepeda pak. Semoga ada pemilik modal yang mau membantu usaha bapak.

remah budaya mengatakan...

karya yang keren pak, saya bangga dan beruntung nyasar ke blog ini.Kalau saya kaya tanpa babibu langsung saya bantu usaha bapak. Saya pecinta sepeda pak. Semoga ada pemilik modal yang mau membantu usaha bapak.

remah budaya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
remah budaya mengatakan...

karya yang keren pak, saya bangga dan beruntung nyasar ke blog ini.Kalau saya kaya tanpa babibu langsung saya bantu usaha bapak. Saya pecinta sepeda pak. Semoga ada pemilik modal yang mau membantu usaha bapak.

Dwi mengatakan...

Pak wahid saya tertarik dengan produknys bagaimana saya memesannya (prosedur pemesanan hingga pengiriman barang). FYI domisili saya dibandung & jakarta.

nagasepaha mengatakan...

Pak wahid saya tertarik dengan sepeda bermesin yang bpk buat,mo nanyak pak brpa harga mesin yg baru n yg bekasnya???

rio mengatakan...

pak minta contak personnya

Hari Budiman mengatakan...

inovatif... top dah

abu unaesy mengatakan...

sy junaedi dari lombok ntb,kl saya pesan gmn cara nya pak?,n untuk harga/yunit nya berapa?,bs hubungi saya kl sempat di 087 865 036 083,atau email:unaesy@gmail.com,,sy juga minta no tlp nya yg bisa di hubungi,trims